//]]>

Hari Kopi Sedunia; Sudahkah Anda Ngopi Hari Ini?

BBM (Blackberry Messenger) saya baru saja berdering, pertanda pesan baru saja masuk. "Selamat Hari Kopi Sedunia", begitu isinya singkat. Sejenak saya tertegun, oh ternyata saya alpa akan tanggal ini. Saya pun bergegas membalas dengan nada yang sama.

Tanggal 1 Oktober merupakan hari kopi sedunia. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana hari kopi diperingati sesuai dengan negara masing-masing. Tahun ini, International Coffee Organization menetapkan hari kopi sedunia jatuh pada tanggal 1 Oktober 2015 yang dipusatkan di Milan.


Sudahkah Anda Ngopi Hari ini?
Hari ini saya baru dua kali ngopi. Biasanya bisa sampai 3 atau 4 kali sehari, bahkan bisa lebih. Jangan anda tanya kenapa saya bisa minum kopi sebanyak itu. Jangan heran pula, kalau saya bilang, ada orang yang ngopinya bisa dua atau tiga kali lebih banyak dari saya.

Beginilah orang-orang ngopi dan menikmati hidup. Ada yang cukup pagi sekali, ada yang seperti makan nasi. Ada pula yang menambahnya lebih banyak. Sesuai selera atau kebutuhan. Ini hidup, bukan?

Seiring berjalannya waktu, budaya ngopi kini sudah berubah sesuai perkembangan zaman. Ngopi, yang dulunya sebagai pemantik semangat di pagi hari dan pengembali gairah sehabis pulang kerja, kini sudah menjadi gaya hidup. Teman asik kala ngobrol juga asik kala otak butuh inspirasi. Pokoknya, ketika rapat pun tak jarang orang ngopi sambil mikir dan berdiskusi.

Akhirnya, selamat hari kopi sedunia. Sudahkah anda ngopi hari ini?
Kalau belum, mari kita ngopi!:-D
Share on Google Plus

About Lintasanpenaku

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Saya masih mencari cara untuk bisa menikmati kopi, katanya kopi robusta memang belum nyaman di lambung. Anyway sangat suka juga dengan harum kopi. Kedua orang tua saya rutin minum kopi susu di pagi hari. Konon kopi punya manfaat untuk kebugaran. Kopi juga mempertebal kantong para pedagangnya beberapa masa terakhir ini di mana ekspor kopi meningkat harganya. Selamat hari kopi sedunia ! :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikmati kopi tidak melulu tentang tempat yang mewah atau ada wi-finya. Ia jadi pemantik percakapan dengan orang-orang terdekat, teman ngopi, bahkan bisa menjadi awal sebuah hubungan.
      Tentang robusta. Memang tidak semua orang cocok. Terlebih kalau ia mengidap asam lambung berlebih atau sakit maag. Mungkin bg azhar bisa mencari varian kopi lain yang sesuai dengan tingkat toleransi lambung.
      kalau sudah cinta kopi, sehari saja tidak ngopi rasanya tidak ena. Tapi, kalau memang tidak suka,ya ga bisa dipaksa.
      semoga ng azhar bisa merasakan nikmatnya kopi.
      Terima kasih sudah berkunjung. :D

      Delete