//]]>

Hati-hati! Kehidupan Online Seperti Tattoo



Tattoo via tattooos.org
Beberapa tahun lalu, saya berkenalan dengan pria bertattoo. Kami pun akhirnya akrab dan bercerita tentang banyak hal. Dulunya ia tinggal di Medan dan bertindak ugal-ugalan layaknya preman. Ia “hijrah” ke Aceh karena sudah bosan dengan kehidupan liar dan ingin mencari “kedamaian”. Pada awal-awalnya, ia sempat bangga dengan tattonya, karena terlihat macho dan masih langka di Aceh. Hingga akhirnya ia pun berkenalan dengan seorang gadis dan bermaksud membina rumah tangga. Si gadis dan pihak keluarganya setuju saja ia menikah dengan lelaki itu, asal tattoo di tangannya “dihapus”. Karena serius, ia pun memenuhi permintaan tersebut.
Singkat cerita, karena tidak punya cukup uang untuk operasi, dia pun “mengoperasinya” sendiri. Akhirnya, tattoonya hilang dan ia “berhasil” menikahi si gadis. Akan tetapi, ada sesuatu yang tidak bisa hilang begitu saja, bekas tattoonya masih terlihat jelas di lengannya sampai sekarang.
Kehidupan Online Seperti Tattoo
Sebuah tulisan, gambar, video dan hal-hal lain yang diunggah ke internet akan menjadi milik publik. Artinya, anda boleh-boleh saja membagikan apapun “kepunyaan” anda di internet asalkan anda tahu konsekuensinya. Karena sesuatu yang sudah dibagikan ke pubilk sudah menjadi hak publik. Dan orang bisa mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Layaknya tattoo, sebagus apa pun anda berusaha menghapusnya, akan nampak bekasnya.
Kecuali tattoo sementara, tattoo permanen tidak bisa dihilangkan begitu saja. Ia menembus kulit dan daging. Makanya, ketika membuat tattoo, terkadang mereka harus menangis dan meringkih lantaran sakitnya minta ampun. Tukang tattoo melukis di kulit kita seperti pelukis yang melukis di atas kanvas. Itulah tattoo, kehidupan online juga begitu.
Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba kok masih muncul berkas-berkas lama anda disana. Walaupun anda telah menghapusnya sejak lama. Di dalam kehidupan online, ada namanya recovery atau semacamnya. Ada aplikasi yang bisa mengembalikan berkas yang sudah dihapus. Ketika saatnya tiba, file-file yang telah Anda unggah ke internet akan menjadi “boomerang” kalau hal tersebut kurang pantas atau memang membahayakan privacy anda.
Think Before You Post!
Pepatah yang mengatakan “Think before You Leap”, pikir dahulu sebelum melangkah, bisa diganti dengan “Think Before You Post”, pikir dahulu sebelum memosting, di dunia internet. Karena “sesuatu” yang sudah dibagikan di internet bisa menyebar cepat, viral. Bisa jadi karena sebuah keanehan, keren atau malah “tanpa disengaja”.
Berhati-hatilah di dunia maya alias internet. Karena semuanya bisa jadi mungkin. Jangan latah memposting sesuatu yang “aneh-aneh” yang berakibat fatal atau menjadi boomerang di kemudian hari. Semoga bermanfaat!


Sumber gambar: globe-views.com
Share on Google Plus

About Lintasanpenaku

    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 comments:

  1. aheumm...kayaknya baru ganti templete nih ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kak.... gimana? keren ga?hehe.
      Biar tampilannya segar. smoga kk sering-sering mampir entar. :D

      Delete
  2. Replies
    1. Yap, Betul, kak! jangan gegabah!
      Think before u post! :D

      Delete