//]]>

Bahagia Itu Sederhana, Sederhana Belum Tentu Bahagia


Bahagia terkadang tidak dapat didefinisikan dengan kata-kata. Ketika seseorang merasa senang dengan apa yang telah diraih dan dimiliki, ia merasa bahagia. Ketika sehari dapat uang yang hanya cukup untuk makan sehari, ia bahagia. Ia tidak mencari lebih, hanya untuk hari itu saja. Sederhana.
Saya tidak ingin mengajak Anda untuk hidup hanya untuk hari ini. Namun, saya hanya ingin bilang bahwa bahagia itu terkadang sederhana. Merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki. Dan itu merupakan salah satu perwujudan rasa syukur kita kepada sang Khalik.

Hal ini berkebalikan dengan orang yang tidak pernah merasa cukup. Seakan semua yang telah dimilikinya tiada arti sama sekali. Ada yang bilang bahwa hal yang demikian adalah “kufur nikmat”. Sebaliknya, syukur itu ada saat ada maupun tiada. Kalau ada ya dinikmati dan kalau belum ada ya kita usahakan agar ada dengan segenap kemampuan. Bila pun nanti hal itu tidak dapat kita raih, ya terima saja hal itu. Toh, dengan semakin kita bersyukur semakin banyak pula rahmat dan karunia Allah di kemudian hari.

Usaha itu wajib, syukur juga. Tidak puas dengan hasil yang dicapai baik, tapi cukup bersyukur dengan apa yang telah didapat lebih baik.



Share on Google Plus

About Lintasanpenaku

    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 comments:

  1. Syukur membuka pintu-pintu kenikmatan berikutnya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bersyukur dengan nikmat yang telah diperoleh. Maka nikmat-nikmat yang lain akan hadir. Menerima keadaan, tidak melulu protes.

      Delete